Tag Archive | kaliaman

Minggu Keempat

REPORTASE DESA KALIAMAN

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

KESAN

Tak Terasa perjalanan KKN di Desa Kaliaman akan segera berakhir. Selama 30 hari tinggal di Desa kaliaman banyak suka maupun duka yang menyelimuti kami. Berawal dari bertemunya orang-baru yang belum kita kenal sebelumnya hingga pada akhirnya menjadi keluarga baru. Kami yang terdiri dari delapan orang berasal dari jurusan yang berbeda-beda, yaitu Adi dari jurusan Teknik Mesin, Nofi dari Ilmu Komunikasi, Dewi dari Kimia, Uti dari Perikanan, Alfian dari Akuntansi, Paundra dari Hukum, Erfin dari Sastra Inggris, dan Alfon dari Ekonomi. Dari awal survey KKN, kami sungguh takjub melihat kondisi desa Kaliaman. Sebagian besar luas wilayah desa Kaliaman adalah hutan. Akan tetapi hutan di Kaliaman lain daripada yang lain, layaknya hutan-hutan di Korea. Jalan yang berliku-liku menambah pesona Desa Kaliaman. Di awal penerjunan KKN di desa ini, kami merasakan masyarakat sangat antusias dengan kedatangan kami. Seluruh warga desa menyambut dengan senyuman, terlebih pemilik rumah yang kami tempati selama sebulan disini. Kami tinggal di rumah bapak Darsi selaku pegawai Tata Usaha di balai desa. Selama tinggal dirumah Pak Darsi, kami diperlakukan seperti layaknya anak sendiri. Ada 24 program yang kami laksanakan selama satu bulan dengan program unggulan penyuluhan dan penanaman papaya California. Selain menjalankan 24 program tersebut, kita juga menjelajah kota Jepara untuk melepas penat dalam menjalankan program. Seperti pantai Bondo, Benteng Portugis, pantai Mororejo, dan alun-alun kota Jepara. Disela-sela menjalankan program, diantara kami pasti terdapat perbedaan pendapat. Untungnya perbedaan ini tidak menimbulkan koflik. Dari semua program yang kami kerjakan, masyarakat menerima apa yang telah kami kerjakan disini. Bahkan kami juga mendapat undangan dari Karang Taruna untuk menghadiri kegitan mereka, selain itu juga kita diundang untuk menghadiri pengajian muslimat.

 

PESAN

            Dari perjalanan KKN kami di Desa Kaliaman, banyak  pelajaran yang kami dapatkan sebagai langkah kedepan dalam menjalani hidup. Yang mana tidak kami dapatkan dari bangku kuliah. Bersosialisasi dengan warga di desa, mengajari anak-anak SD, mengenalkan sesuatu yang baru untuk penduduk untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak dari sekarang. Untuk itu kami TIM II KKN-PPM UNDIP 2012 berharap warga Kaliaman bisa menerapkan apa yang kami kenalkan kepada penduduk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Seperti dalam penyuluhan parenting untuk ibu-ibu, agar mereka memberikan gizi yang baik untuk anak-anak mereka dikarenakan hal ini penting untuk perkembangan anak. Selain itu kami berpesan kepada KKN Undip di tahun mendatang bisa lebih baik dari apa yang kita berikan kepada penduduk di desa Kaliaman.

 

Reportase 3 di Desa Kaliaman

               Memasuki hari ke-19 di Desa Kaliaman, kami telah melaksanakan semua program yang sudah direncakanan sebelumnya. Dari 24 program yang ada, kami membagi program tersebut untuk kelompok PKK, UKM, PAUD, SD, SMP, desa, dan kelompok tani.

             Untuk kelompok PKK, kami mengenalkan produk diversifikasi ikan. Yaitu pengolahan ikan tongkol menjadi nugget. Selain itu kami juga membuat aji furai dengan cara ikan di fillet kemudian dibalut terigu dan dilapisi tepung roti. Sungguh tak disangka, ternyata kelompok PKK sangat antusias dengan program ini dan kami pun mendapat undangan kembali untuk memaparkan ulang cara pembuatan nugget ikan di kegiatan PKK minggu berikutnya. Selain itu, kami juga melakukan checking pembukuan di PKK serta penyuluhan pendaftaran bukti kepemilikan tanah.

             Desa Kaliaman sebagai sentra penghasil kue larut, dirasa kurang dalam memaparkan produk ini. Sehingga kue larut masih asing didengar masyarakat di daerah lain. Untuk itu kami melakukan pengembangan UKM kue larut, agar nantinya kue larut bisa dikenal dan dipasarkan tidak hanya di kota Jepara saja. Selain UKM kue larut, kami juga memberikan modul servis motor dari ASTRA di setiap bengkel yang ada di desa Kaliaman. Hal ini bertujuan untuk memberikan patokan di setiap bengkel, bagaimana melakukan servis motor sesuai dengan standar internasional.

             Kebiasaan menabung harus ditanamkan dari kecil, agar anak-anak terbiasa menyisihkan uang sakunya untuk ditabung dan menghindarkan dari pemborosan. Untuk itu kami melakukan sosialisasi kegiatan menabung di PAUD dengan cara menghias celengan agar anak-anak tertarik dalam kegiatan menabung. Kami juga memberikan foto pahlawan agar nantinya dipasang di dinding kelas dan anak-anak mengetahui siapa saja pahlawan negeri kita.

            Gizi buruk dan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi bagi anak menjadi masalah bagi masyarakat di Desa Kaliaman. Oleh karena itu, kami mendapatkan kesempatan untuk memberikan penyuluhan mengenai gizi bagi anak di perkumpulan guru dan orang tua siswa PAUD. Bersamaan dengan kegiatan tersebut juga diadakan sosialisasi program hemat listrik dan sensus penduduk.

           Melihat kondisi SD di desa Kaliaman, tidak ada mata pelajaran yang bersangkutan dengan komputer. Untuk itu kami mengajarkan pengoperasian komputer di masing-masing SD. Karena saat ini komputer penting untuk dipelajari dan berguna bagi anak-anak kedepanya nanti. Perpustakaan di SDN 3 Kaliaman sendiri, dirasa minim dengan jumlah buku yang ada. Sehingga kami melakukan kegiatan pengadaan buku bacaan khusunya di SDN 3 Kaliaman. Untuk meriahkan kegiatan SD, kami mengadakan lomba baca puisi, adzan, dan fashion show. Dimana setiap masing-masing SD mewakilkan siswanya untuk ikut lomba yang diselenggarkan di balai desa, kemudian setiap juaranya akan dikirim ke lomba tingkat kecamatan.

 

           Tingkat konsumsi ikan di Desa Kaliaman masih cukup minim. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan masyarakat mengenai manfaat yang ada pada ikan. Olah karena itu, kami mengadakan sosialisasi Gemar Ikan di SDN 2 Kaliaman dan di kelompok PKK desa. Kegiatan ini mendapatkan respon yang cukup baik. Selain itu, kegiatan les mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) juga diadakan untuk membantu siswa SD, khususnya kelas 4, 5 dan 6 dalam kegiatan belajar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ilmu yang telah kami dapatkan bisa tersalurkan kepada siswa-siswi di desa Kaliaman.

            Kegiatan pemutaran film motivasi diselenggarakan di SDN 2 Kaliaman dan SMP 3 Kembang. Pemutaran film motivasi ini diharapkan dapat memberikan pelajaran moral serta memotivasi siswa SD dan SMP untuk lebih giat dalam belajar demi menggapai cita-cita mereka. Karena orientasi pemikiran masyarakat di Desa Kaliaman masih terpengaruh dengan adat istiadat setempat.

            Desa Kaliaman memiliki beberapa perkumpulan tani, karena sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Hasil pertanian di Desa Kaliaman diantaranya adalah padi, kacang, jagung dan lain-lain. Melihat minimnya varietas padi yang ditanam, maka kami mengadakan sosialisasi mengenai pengembangan varietas padi. Selain itu, kami juga mengenalkan produk asap cair yang dapat dihasilkan dari limbah pertanian seperti sekam padi, kulit kacang dan juga bonggol jagung. Kegiatan tersebut mendapatkan respon yang baik. Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani cukup antusias dengan pengetahuan yang baru bagi mereka ini.

             Program unggulan kami di Desa Kaliaman adalah penanaman bibit Pepaya California. Hal ini dikarenakan Desa Kaliaman memiliki potensi yang cukup baik di bidang pertanian dan jenis tanah di wilayah desa juga sangat cocok untuk pertumbuhan pepaya jenis ini. Program ini diharapkan dapat menjadi program percontohan bagi masyarakat desa. Penanaman bibit pepaya ini juga berpotensi untuk meningkatkan penghasilan masyarakat desa.

 

         Gapura desa merupakan cerminan dari keadaan desa tersebut. Kondisi gapura desa yang ada sebelumnya masih dinilai kurang, sehingga kami melakukan kegiatan pengecatan gapura sebagai batas desa. Dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan citra Desa Kaliaman di masyarakat desa lain.

 

2 Minggu di Desa Kaliaman

REPORTASE

            Kegiatan minggu ke-2 di Desa Kaliaman membicarakan tentang potensi unggulan yang dimiliki Desa dan BKKBN atau UPPKS. Berdasarkan keadaan desa yang mempunyai suhu panas dan Desa Kaliaman sendiri yang dekat dengan pantai maka banyak tumbuh tanaman pantai seperti Kelapa. Kelapa dimanfaatkan penduduk sekitar sebagai bahan baku pembuatan makanan ringan yang menjadi ciri khas dari Desa Kaliaman yaitu Larut. Potensi lainnya adalah pertanian yang besar di Desa. Kami juga mencoba mengembangkan tanaman lain yang sesuai dengan kondisi tanah pertanian di desa yaitu Pepaya California.

           Larut adalah makanan ringan yang terbuat dari santan kelapa dengan tepung aren yang dicampur dengan gula halus. Santan kelapa dipanaskan hingga terbentuk minyak kemudian dicampur dengan tepung aren dan ditambahkan gula halus. Adonan siap dicetak. Selanjutnya cetakan adonan dioven dengan kompor ataupun dioven secara tradisional dengan arang serabut kelapa.

           Sebagian besar wilayah Kaliaman digunakan sebagai lahan pertanian oleh penduduk. Penduduk biasanya mempunyai 3 kali musim tanam dengan jenis tanaman yang disesuaikan dengan ketersediaan air di Desa. Untuk musim pertama dan kedua tanam para petani menanami lahan mereka dengan padi. Sedangkan untuk musim tanam  ketiga yang merupakan musim dimana keberadaan air sedikit maka penduduk menanami lahan dengan tanaman Palawija.

 

           Salah satu perwujudan dari program kami yaitu Penanaman Pepaya California sebagai tanaman alternatif untuk menambah penghasilan penduduk dari pertanian. Pemilihan Pepaya California dilakukan karena jenis tanaman ini mampu hidup di tanah yang kering dan tidak memerlukan banyak air jika tanaman sudah tumbuh besar karena  terlalu banyak air bisa membuata batanng tanaman  membusuk. Hasil dari Pepaya California terhitung cukup singkat. Biasanya  diperlukan waktu sekitar 2 sampai tanaman berbunga dan sekitar 1 bulan dari waktu berbunga petani sudah bisa memetik hasil (buah) dari Pepaya california.

            BKKBN atau UPPKS di Desa Kaliaman ada 5. Kelompok UPPKS yang pertama merupakan kelompok Sido Rahayu II, jenis usaha yang dilakukan yang dilakukan yaitu jualan sembako, produksi larut dan usaha konveksi. Kelompok UPPKS yang kedua yaitu kelompok Sido Rahayu IV, jenis usaha yang dilakukan yang dilakukan yaitu catering dan jualan sembako. Pada kelompok UPPKS yang ketiga jenis usaha yang dilakukan yaitu produksi keripik singkong, pisang dan tales. Pada kelompok UPPKS yang keempat jenis usaha yang dilakukan yaitu usaha jahit dan bordir. Pada kelompok UPPKS yang terakhir (kelima) jenis usaha yang dilakukan yaitu koperasi simpan pinjam.

Minggu Pertama di Desa Kaliaman

REPORTASE

Minggu pertama penerjunan TIM KKN-PPM UNDIP awal penyesuaian dan silaturahmi dengan warga. Selasa 17/7 TIM KKN pada pukul 09.30 – 12.00 WIB, kami bertemu dengan beberapa Perangkat Desa di Balai Desa Kaliaman. Kedatangan kami disambut oleh Petengan dan Kamituo, dikarenakan Petinggi (Kepala Desa) sedang ada urusan diluar kantor. Kami memperkenalkan diri dan membicarakan tujuan KKN dan mengkonsultasikan program – program yang akan dilaksanakan di Desa Kaliaman.

Di Desa Kaliaman terdapat 27 RT dan 6 RW. Untuk instansi pendidikan ada 1 PAUD, 3 TK, 4 SD, 1 MI dan 1 SMP. Sedangkan dalam bidang kesehatan di Balai Desa terdapat 1 puskesmas pembantu yang diadakan setiap hari.

Warga sangat berharap bahwa kedatangan TIM KKN bisa memberikan dampak positif dan program – program yang bermanfaat untuk kemajuan dan pengembangan potensi desa. Program – program yang akan disampaikan juga sangat beragam dan tentunya bisa meninggalkan kesan yang baik untuk warga.

Dari hasil pertemuan dengan pernagkat desa bisa diketahui bahwa Desa Kaliaman memiliki organisasi warga yang aktif di masyarakat. Pertama Karang Taruna sedang mencanangkan program rehabilitasi MCK di sekolah – sekolah. Kedua PKK mengadakan pertemuan rutin antar anggota setiap tanggal 18 dengan dengan beberapa acara seperti pembahasan pembukuan setiap bulan dari korja RW dan arisan anggota.

Ketiga Kelompok Tani desa, ada kurang lebih 16 kelompok tani yang tersebar berdasarkan RW atau RT, namun pada perkumpulan kelompok tani sebagian besar dijalankan oleh ibu – ibu petani. Selain tiga kelompok besar tadi warga juga menngadakan perteman keagamaan seperti Tahlilan yang diadakan setiap malam jum’at di tiap RT atau RW dan pertemuan warga lainnya.

Setelah pertemuan dengan perangkat desa sekitar pukul 13.00 WIB – sampai selesai survey keliling desa dan berkenalan dengan warga lain di desa. Dan melihat tempat-tempat yang akan dijadikan sebagai sarana pelaksanaan program.